Field Trip ke PT. Freeport Indonesia

Sebagai salah satu bentuk layanan Badan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Prodi Teknik Pertambangan Se-Indonesia (BPP FORKOPINDO) kepada para anggotanya, maka FORKOPINDO bekerjasama dengan PT. Freeport Indonesia (PTFI) untuk melakukan Field Trip (Ekskursi). Kegiatan ini ditujukan kepada para anggota FORKOPINDO, terutama para dosen muda dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan kegiatan pertambangan baik tambang permukaan, tambang bawah tanah dan juga pengelolaan pertambangan skala besar dan kompleks dengan tantantangan alamiah yang sangat menantang dengan langsung berkunjung ke lapangan. 

Kegiatan Field trip ke PTFI berlangsung selama 5 hari sejak tanggal 25 hingga 29 Februari 2020.

Peserta yang ikut pada kegiatan ini sebanyak 13 orang yang terdiri dari 3 orang BPP FORKOPINDO dan 10 orang anggota FORKOPINDO.

A. BPP FORKOPINDO

  1. Barlian Dwinagara (Pembina FORKOPINDO/Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta)
  2. Sri Widayati (Sekretaris/Universitas Islam Bandung)
  3. Wawong Dwi Ratminah (Koordinator Wilayah Jawa bagian Tengah Timur, Bali dan Nusa Tenggara/Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta)

B. Peserta (Anggota FORKOPINDO)

  1. Yudho Dwi Galih Cahyono (Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya)
  2. Delita Ega Andini (Universitas Bangka Belitung)
  3. Al Amin Siharis (Universitas Halu Oleo)
  4. Salam Munir (Universitas Muslim Makasar)
  5. Rully Nurhasan R (Universitas Islam Bandung)
  6. Fanteri Aji Dharma S (Universitas Jember)
  7. Heri Prabowo (Universitas Negeri Padang)
  8. Haqul Baramsyah (Universitas Syiah Kuala)
  9. Heru Suharyadi (Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta)
  10. Mixindo Korra (Universitas Trisakti)

Kunjungan dilakukan ke beberapa lokasi, meliputi: 

  1. Dewatering Plant and Pipeline Portsite, sebagai tempat pemisahan konsentrat dan pengapalan konsentrat.
  2. Graha Diorama Ekosistem di Mile 21, sebagai tempat penelitian flora dan fauna yang berada di wilayah IUP PTFI dalam rangka konservasi flora dan fauna. 
  3. Bekas tambang terbuka Grasberg, yang saat ini dijadikan tempat edukasi bagi pengunjung PTFI. 
  4. Mill, sebagai tempat pengolahan bijih menggunakan metode flotasi.
  5. Tambang bawah tanah, Grasberg Block Cave (GBC), yaitu tambang bawah tanah yang baru berproduksi, dimana terdapat sistem pengangkutan bijih secara otomasi menggunakan lori yg dikontrol dari Control Room, serta man lift yang dibuat pada shaft dengan kapasitas hingga 300 orang. 
  6. Laboratorium Lingkungan PTFI, sebagai tempat penelitian kualitas air, tanah, udara, serta flora dan fauna di sekitar wilayah tambang PTFI.

Selain kunjugan di wilayah pertambangan, rombongan mendapat kesempatan mengunjungi beberapa fasilitas yg dibangun oleh PTFI dalam rangka program CSR, yaitu 

  1. Sekolah Taruna Papua, sekolah asrama gratis untuk tingkat SD dan SMP, yang diperuntukkan bagi anak2 dari 7 suku di sekitar PTFI, khususnya Amungme dan Kamoro.
  2. Institut Pertambangan Nemangkawi, Balai Pelatihan bagi anak-anak Papua lulusan SMA/SMK untuk dipersiapkan sebagai tenaga kerja terlatih di PTFI, selain itu terdapat pelatihan entrepreneurship bagi 15 anak-anak Papua yang lulus S1 dan belum mendapat pekerjaan. 
  3. Mimika Sport Complex, sarana olahraga yang dibangun untuk mendukung PON 2020 untuk Cabor Atletik.

BPP FORKOPINDO berharap semoga kegiatan ini bermanfaat bagi para dosen muda untuk dapat meningkatkan pengetahuannya tentang operasional pertambangan di lapangan.

FORKOPINDO juga menyampaikan terima kasih kepada PT. Freeport Indonesia atas kerjasamnya dan kesempatan yang diberikan kepada FORKOPINDO untuk dapat berkunjung ke lapangan dan semoga menjadi kegiatan rutin untuk tahun-tahun ke depannya. 

(Admin/MK)