BANJARBARU – Puncak perhelatan Temu Nasional Tahunan (TNT) XII FORKOPINDO 2026 secara resmi dibuka pada Senin, 7 September 2026, bertempat di Grand Qin Hotel, Banjarbaru. Suasana khidmat pembukaan diawali dengan tarian selamat datang khas Kalimantan Selatan, Tari Baksa Kembang, yang dilanjutkan dengan laporan ketua panitia pelaksana serta sambutan Ketua Umum BPP FORKOPINDO. Rangkaian pembukaan ini turut diwarnai dengan sambutan dari Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang diwakili oleh jajaran rektorat, serta Opening Speech dari Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Memasuki agenda inti, Koordinator Bimbingan Usaha Batubara Kementerian ESDM, Ayi Ruhiat Sukartin, S.E., hadir memberikan paparan dan arahan sebagai keynote speaker. Dalam pemaparannya, pihak kementerian menekankan pentingnya arah kebijakan tata kelola pertambangan nasional dalam menghadapi tantangan transisi energi global, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta harapan pemerintah terhadap perguruan tinggi untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) teknik pertambangan yang adaptif dan berdaya saing tinggi.
Sesi diskusi panel industri yang dipandu oleh moderator Surya Prima Sudibyo, S.T., M.T., menjadi wadah sinergi yang sangat dinamis antara praktisi lapangan dan ratusan akademisi dari 46 perguruan tinggi. Pemateri pertama, Ir. Anas Abdul Latif, S.T., M.T., dari PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), memaparkan materi tentang kompleksitas operasional Tambang Emas Gosowong di Halmahera Utara. Anas membedah tantangan teknik geoteknik dan hidrogeologi pada metode Underhand Cut and Fill (UHCAF) di Tambang Bawah Tanah (TBT) Kencana serta metode Stoping di TBT Toguraci, termasuk penerapan siklus pastefill dan sistem penyangga bolting untuk menjamin keselamatan kerja di kedalaman tanah.
Pada sesi berikutnya, Ir. Muhammad Anurian Anjar, S.T., dari PT Adaro Indonesia mempresentasikan strategi pengelolaan air tambang (water management) di area operasional skala besar. Menyoroti Pit Tutupan yang memiliki bentang panjang hingga 19 kilometer dan kedalaman 290 meter, Anjar menjelaskan sistem pemantauan harian kualitas air limbah di titik penaatan (settling pond). Pengelolaan ini diperkuat dengan integrasi teknologi pemantauan otomatis SPARING dan SPAS secara real-time ke dalam sistem KLHK guna memastikan seluruh air yang dialirkan ke badan air penerima memenuhi baku mutu lingkungan sesuai dengan regulasi.
Isu dekarbonisasi dan efisiensi energi menjadi sorotan utama dalam paparan pemateri ketiga, Ali Kusumah Singawilastra dari PT Putra Perkasa Abadi (PPA). Ali membeberkan transformasi penggunaan armada truk tambang hibrida diesel-electric SANY SRT100S berkapasitas 100 ton di site PPA BIB. Pengoperasian 148 unit truk hibrida yang dilengkapi sistem pengereman regeneratif (regenerative braking) ini terbukti menekan konsumsi bahan bakar (fuel ratio) hingga 22,5% (dari 85,18 liter/jam menjadi 66,07 liter/jam) serta menurunkan biaya perawatan sebesar 23% tanpa memerlukan jeda waktu pengisian daya (zero charging downtime).
Sesi panel industri ditutup oleh Mangihut Bernard Sinaga dari PT Borneo Indobara (BIB) yang membawakan topik penyiapan insinyur tambang masa depan. Bernard mengulas integrasi teknologi digital pada seluruh rantai pasok batubara (coal chain business process), mulai dari perencanaan tambang, fleet management system (FMS), hingga fasilitas penyeberangan muatan (transshipment). Pihaknya mendorong kolaborasi erat antara kampus dan industri agar mahasiswa dapat menguasai sistem digitalisasi seperti Command Center dan pemantauan otomatis sejak berada di bangku kuliah.
Sesi panel ini diakhiri dengan diskusi interaktif dan penyerahan cenderamata secara simbolis kepada para narasumber dari industri. Memasuki sore hari, seluruh jajaran perwakilan program studi melanjutkan agenda dengan Rapat Internal FORKOPINDO. Rapat organisasi ini berfokus pada penyusunan langkah strategis, penguatan jejaring kelembagaan, serta konsolidasi program kerja di bawah kepemimpinan Badan Pengurus Pusat periode 2025–2028.


